Selasa, 10 Maret 2015

Perbedaan Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Sosial Budaya

Pengertian dari Ilmu Sosial Dasar

Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari/menelaah tentang masalah – masalah sosial di dalam sebuah masyarakat yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep – konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia. Untuk menjawab dan memecahkan berbagai persoalan yang ada dalam kehidupan maka lahirlah berbagai macam ilmu pengetahuan. Berdasarkan sumber ilmu filsafat yang di ambil dari  berbagai ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dikelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu:
1.      Ilmu – ilmu Alamiah (natural science). Ilmu – ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan – keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal yang digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan – keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas.
2.      Ilmu – ilmu sosial (social science). Ilmu – ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan – keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu – ilmu alamiah.
3.      Pengetahuan budaya (the humanities) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan – kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa –peristiwa dan kenyataan – kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Diatas merupakan kelompok – kelompok dari pembagian pengetahuan yang didapat oleh sumber ilmu filsafat. Maka dari itu pelajaran ilmu sosial dasar sangatlah pennting diberikan kepada mahasiswa sebagai suatu bahan program studi atau mata kuliah umum. Mata kuliah umum sosial dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep – konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala – gejala sosial agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran mahasiswa untuk menghadapi situasi dalam lingkungan sosialnya.

Tujuan Ilmu Sosial Dasar

Tujuan umum diselenggarakannya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar ialah pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan, dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungannya, khususnya gejala berkenaan dengan masyarakat dengan orang lain, agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran berkenaan dengan ilmu sosial dapat dipertajam.

Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar

Ilmu sosial dasar mencakup masalah – masalah sosial yang timbul didalam sebuah masyarakat. Untuk menelaah masalah – masalah sosial tersebut hendaknya terlebih dahulu dapat mengindentifikasi kenyataan – kenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tersebut. Sehingga ilmu sosial dasar dapat dibedakan atas 3 golongan besar yaitu :
1.      Kenyataan – kenyataan sosial yang ada didalam masyarakat, yang secara bersama – sama merupakan masalah sosial tertentu.
2.      Konsep – konsep sosial atau pengertian – pengertian tentang kenyataan – kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah – masalah sosial yang dibahas pada ilmu sosial.
3.      Masalah – masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan – kenyataan sosial yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan satu sama yang lain.


Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Secara sederhana Ilmu Sosial Budaya adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari th humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar

Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
1.      Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
2.      Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3.      Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat.
4.      menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.

Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Bertitik tolak dari kerangka tujuan yagn telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :
1.      Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya
2.      Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian.

Sumber :


Rabu, 14 Januari 2015

Dampak Kecelakaan Pesawat bagi Regulasi Penerbangan

Baru-baru ini, pemberitaan media massa melakukan peliputan tentang peristiwa kecelakaan Air Asia QZ 8501. Ada kejanggalan yang mengikuti kasus kecelakaan maskapai tersebut. Pasalnya, jadwal penerbangan pesawat jenis Airbus itu sebenarnya dijadwalkan sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, pihak Air Asia memajukan jadwal penerbangan menjadi pukul 05.30 WIB. Pelanggaran oleh AirAsia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura, membuat Kementerian Perhubungan melakukan pembenahan jadwal penerbangan di Tanah Air.
Hal ini dikuatkan dari pemeriksaan sementara, pesawat itu terbang di luar jadwal dari izin Kementerian Perhubungan. Permasalahan inilah yang membuat Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memerintahkan dilakukan audit terhadap jadwal terbang dari seluruh maskapai. Jangan-jangan kasus ”penerbangan tak sesuai jadwal” tidak hanya terjadi pada AirAsia, tetapi juga maskapai- maskapai penerbangan lain.
Dikutip dari tulisan dan pemikiran Prof Rhenald Kasali, perubahan jadwal tersebut tentu punya dampak berantai. Perubahan jadwal di suatu bandara tentu berdampak pada bandara lain seperti bandara tujuan. Lalu penumpang yang sudah membeli tiket menjadi korban. Bukan hanya penumpang dari bandara asal, tetapi juga penumpang di bandara tujuan yang akan kembali. Mereka yang betul-betul merasa kesal dan dirugikan akibat pembatalan tersebut, sesuai dengan UU Perlindungan Konsumen, tentu bisa menggugat pihak maskapai penerbangan. Persidangannya akan berlangsung secara bergulir dan waktunya bisa sebentar atau bisa sangat lama. Antara lain, karena tak jelas kapan selesainya dan terutama juga tak jelas kapan keputusannya bisa dieksekusi. Jadi, audit yang dilakukan Kementerian Perhubungan terhadap penerbangan yang di luar jadwal betul-betul seperti membuka kotak pandora. Sekali terbuka, kita akan sulit mengendalikan apa saja yang akan bermunculan dari dalam kotak tersebut.  Kalau sudah terbukti banyak penerbangan yang di luar jadwal, adalah kemungkinan adanya penyelidikan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO). Lembaga ini tentu akan mencari tahu, bagaimana pesawat-pesawat itu bisa leluasa terbang di luar skedul di atas udara Indonesia.
Tata kelola yang semacam ini tentu tak sesuai dengan standar ICAO. Kalau temuan ICAO terbukti, bisa jadi sanksi sudah menanti. Itu karena kita tidak menerapkan standar keamanan dan keselamatan penerbangan sesuai dengan regulasi ICAO. Larangan itu tentu bisa berimbas ke mana-mana dan banyak Industri pariwisata yang bisa terkena dampak.
Meskipun penuh tantangan dan kompleks untuk pembenahan jadwal penerbangan seperti dampak yang langsung terasa yaitu banyak penumpang yang terlantar. Namun demikian menurut saya semua yang dilakukan dan diputuskan oleh Bapak Menteri Perhubungan Ignasius Jonan merupakan upaya pembenahan agar sistem transportasi dan khususnya, angkutan udara lebih tertib sehingga masalah keamanan dapat diwujudkan oleh semua pihak. Namun hal ini tidaklah mudah butuh dukungan dari semua pihak terkait upaya pembenahan. Mulai dari pihak maskapai, pengelola bandara dan badan navigasi nasional atau AirNav juga masyarakat.

Jumat, 28 November 2014

Pengaruh Globalisasi Terhadap Sosial dan Budaya

Pada zaman sekarang kita saat ini hidup serba cepat, praktis dan mudah. Saya pikir kebutuhan apapun. Contoh kebutuhan primer, seperti makan, kalau kita sedang lapar dan tidak ingin repot tinggal telepon, memesan menu cepat saji dan beres. Kita tahu restoran apa yang menawarkan pilihan menu lezat seperti ayam goreng, pizza, hamburger. Pikiran kita tertuju pada restoran asing terkenal yang menawarkan pilihan tersebut seperti Mc Donald, KFC. Ingin santai sejenak sambil meminum kopi, pilihan praktis kita, tinggal datang ke kafe dan yang jadi pilihan gerai kopi waralaba seperti Starbucs. Kalau kita bosan tinggal pencet gadget, kemudian buka youtube. Atau pergi ke bioskop menonton film Hollywood yang sedang hits. Coba kita pikirkan, sekitar kita, bahkan yang melekat pada diri kita, bahwa produk yang kita dapatkan itu, juga digunakan di seluruh dunia.

Kini tidak hanya produk, kebiasaan, dan perilaku kita saat inii juga tidak jauh berbeda dengan warga lain di dunia. Contohnya, dulu orang berkomunikasi jarak jauh dengan surat, kini tidak perlu repot. Ada Whatsapp, BBM, Facebook yang memungkinkan kita berkomunikasi jarak jauh dengan cepat dan murah. Bahkan tanpa perlu bertemu pun kita bisa bertatap muka, seperti penggunaan video conference, Skype dll. Hal itu sama dengan wilayah manapun, dan ini adalah sebuah fenomena. Saya lebih tepat menyebutnya sebagai fenomena globalisasi

Pengertian globalisasi yaitu masuknya atau meluasnya pengaruh dari suatu wilayah/negara ke wilayah/negara lain dan atau proses masuknya suatu negara dalam pergaulan dunia. Proses globalisasi mengandung implikasi bahwa suatu aktifitas yang sebelumnya terbatas jangkauannya secara nasional, secara bertahap berkembang menjadi tidak terbatas pada suatu negara. Globalisasi menunjukkan semakin meningkatnya ketergantungan antarindividu dan antarmasyarakat di seluruh dunia. Chia  mendeskripsikan arus globalisasi yang terjadi belakangan ini sebagai sebuah fenomena teknologi, ekonomi, sosial, politik, dan budaya sekaligus.

Globalisasi Sosial & Budaya

Globalisasi Budaya: Sebagai  negara  berkembang  yang  tidak  memiliki daya  kompetitif  tinggi  dan  posisi  tawar  setara  dengan  negara-negara  maju,  Indonesia  menghadapi  ancaman  serius  globalisasi  terhadap identitas  kultural.  kini, ketika nilai-nilai identitas asing dengan mudah dan cepat masuk ke rumah-rumah  penduduk  melalui  akses  informasi,  nilai-nilai  identitas kultural Indonesia tampak terkikis. Contohnya penggunaan bahasa asing dalam percakapan masyarakat, dimana fenomena sekarang menggunakan sisipan atau kalimat berbahasa asing tampaknya dipandang lebih intelek dan keren. Contoh lainnya adalah gaya berbusana yang banyak tidak lagi sesuai dengan budaya ketimuran, kearifan lokal yang hilang, dan seni budaya daerah yang mulai tersisih.

Globalisasi Sosial: Indonesia  termasuk  dalam  kategori  negara  yang  membebaskan  begitu saja semua  unsur asing masuk ke wilayahnya tanpa adanya perangkat - perangkat  yang  menampungnya  agar  tidak  langsung  bersentuhan dengan  rakyat. Akibatnya proses globalisasi yang berdampak secara sosial dari hal tersebut yaitu akulturasi, sikap meniru, sikap individualisme , sekulerisme, pragmatisme dan materialime.

Pertahanan Terhadap Arus Globalisasi
Menyikapi  prolematika  itu,  dibutuhkan  strategi  yang  tepat  agar  identitas kultural Indonesia  tidak semakin tergerus oleh  identitas  asing  dan  secara  perlahan  berpotensi  melenyapkan.  Strategi  yang  bisa  dijalankan  adalah  revitalisasi  identitas  kultural  Indonesia  melalui pembangunan  jati  diri  bangsa oleh warganya untuk  memperkokoh  identitas kebangsaan.  Contoh konkretnya yaitu rakyat Indonesia harus lebih kritis terhadap masuknya budaya asing melalui globalisasi. Masyarakat juga harus meletarikan tradisi nilai luhur serta budaya yang sudah tertanam di setiap daerah, generasi muda hendaknya juga selain harus terbuka dengan teknologi juga harus mampu mengangkat budaya bangsa dengan ide kreatifnya. Selain itu  negara  harus  menyediakan  perangkat  yang  memediasi pertemuan  antar identitas agar  identitas  asing  tidak  langsung  masuk  dalam  kehidupan  masyarakat.  Perangkat  itu  berupa  kurikulum  pendidikan  yang  sejak  dini  mengajarkan  siswa  tentang  nilai-nilai  identitas kultural khas Indonesia serta arti penting mempertahankannya  dari homogenisasi globalisasi dan  regulasi yang  melindungi kelestarian identitas nasional.

Berikut dampak positif dan negatif mengenai globalisasi dalam sosial dan budaya:
Dampak positif globalisasi dalam sosial dan budaya:
1. Keterbukaan informasi dan meningkatkan wawasan  sosial budaya negara lain yang berbeda-beda
2. Mudah melakukan komunikasi dan interaksi antar individu dan masyarakat
3. Cepat dalam bepergian dan berinteraksi
4. Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran
5. Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
6. Kesadaran masyarakat untuk saling memahami dan mengerti karena perbedaan latar belakang  budaya semakin tinggi

Dampak negatif globalisasi dalam sosial dan budaya:
1. Informasi yang tidak tersaring menimbulkan perilaku meniru, dan membawanya dalam   berinteraksi di masyarakat
2. Perilaku konsumtif
3. Individualistis dan  berpikir sempit
4. Disorientasi, dislokasi atau krisis sosial-budaya dalam masyarakat.
5. Berbagai ekspresi sscial budaya asing yang sebenarnya tidak memiliki basis dan  preseden kulturalnya.
6. Semakin merebaknya gaya hidup konsumerisme dan hedonisme.



Jumat, 21 November 2014

Bahaya Narkoba Dalam Lingkungan Kampus & Cara Pencegahannya





 Akhir – akhir ini kita dikejutkan oleh pemberitaan di televise tentang penggerebekan polisi terhadap pelaku pengguna narkoba di sebuah kampus swasta di Jakarta. Dan yang terbaru kita dengar saat ini ketika seorang pendidik yang bergelar professor dari sebuah kampus ternama di Makassar ditangkap polisi ketika menggunakan narkoba bersama – sama pelaku lainnya yang  diketahui sebagai mahasiswi.Tentu saja hal ini sangat ironis karena kampus seharusnya adalah tempat untuk mencetak kaum intelektual dan sebagai benteng pertahanan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang bahaya narkoba justru ternodai oleh keberadaan kaum yang tidak bertanggung jawab.
Badan Narkotika Nasional (BNN) bahkan mencatat, dalam kurun empat tahun terakhir telah terungkap kasus kejahatan narkoba yang ditangani. Kalangan kampus dan mahasiswa yang menjadi sasaran empuk peredaran narkoba, menjadi alas an utama untuk terus melakukan upaya pencegahan agar mahasiswa bebas dari penyalahgunaan narkoba. Seharusnya mahasiswa yang berperan sebagai pemegang tongkat kepemimpinan bangsa harus dilindungi dari peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Penyalahgunaan dan ketergantungan narkoba sebagaimana telah kita ketahui menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental pelakunya. Dampak tersebut berupa gangguan fungsi sampai kepada ketidakfungsian dan kerusakan serius organ dalam tubuh, yaitu: otak, jantung, ginjal, paru – paru, dan hati, serta gangguan mental yang menimbulkan mental yang membuat penderitanya berkepanjangan dan berujung pada kematian. Kerusakan sel otak akibat ketergantungan narkoba juga berakibat ketergantungan narkoba tidak dapat dipulihkan. Keluarga pelaku juga harus turut memikul beban ekonomi, sosial, serta penderitaan berat yang berkepanjangan.
Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Di Kampus
Dikutip dari beberapa sumber, upaya yang dapat dilakukannya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba di kampus yaitu:
1.      Upaya Promotif
Metode ini disebut juga program pembinaan. Program ini ditunjukan kepada masyarakat/mahasiswa yang belum memakai narkoba, atau bahkan belum mengenal narkoba. Prinsipnya adalah dengan meningkatnya peranan atau kegiatan agar kelompok ini secara nyata lebih sejahtera sehingga tidak pernah berfikir untuk memperoleh kebahagiaan semu dengan memakai narkoba. Di kampus kegiatan ini bias diwujudkan dalam bentuk program pelatihan dialog interaktif.
2.      Upaya Preventif
Metode ini disebut juga program pencegahan. Program ini ditunjukan kepada masyarakat sehat yang belum mengenal narkoba agar mengetahui seluk beluk narkoba sehingga tidak tertarik untuk menyalahgunakannya.
Berikut bentuk kegiatan yang bisa mencegah penggunaan narkoba :
·         Kampanye anti penyalahgunaan narkoba
Misi yang disampaikan adalah pesan untuk melawan penyalahgunaan narkoba, dengan penjelasan yang mendalam atau ilmiah tentang narkoba.
·         Penyuluhan seluk beluk narkoba
Bentuk penyuluhan dapat berupa seminar, ceramah, dan lain – lain. Tujuannya adalah untuk mendalami masalah tentang narkoba sehingga masyarakat benar – benar mengetahuinya.
·         Pendidikan dan pelatihan kelompok (peer group)
Pada program ini, pengenalan materi narkoba dapat diketahui lebih mendalam lagi disertai simulasi penanggulangan, termasuk latihan menolong penderita. Program ini juga melibatkan beberapa orang narasumber.
sumber:
http://badandiklat.jatengprov.go.id/
okezone.com

Senin, 13 Oktober 2014

Stres Menghadapi Ujian? Tenang kamu ga sendiri

Saat posting ini dibuat ujian nasional sudah kulalui, kini statusku sudah sebagai mahasiswi :). Nah bagi  pembaca yang masih berstatus sebagai siswa, bagaimana rasanya ya? deg-degan kah, bingung, cemas atau seabrek perasaan negatif lainnya yang menghinggapi, mungkin ada juga yang merasa antusias, bersemangat karena merasa sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari atau merasa happy karena makin mendekati ujian, berarti makin dekat liburan panjang dan lepas dari beban? hahaha mana yang pembaca alami?

Penting ga sih sebenernya ujian itu selama kita menimba ilmu? rasanya banyak sekali ujian yang akan dan telah kita hadapi, dari SD sampai jenjang perkuliahan, bahkan ketika pembaca nanti bersaing menjadi seorang karyawan baik di lembaga pemerintah maupun swasta. Ujian itu pasti akan kita lewati, ujian berperan sebagai proses seleksi yang umum, kalau berhasil kita akan lulus, kalau gagal akan loose hehe. Oleh sebab itu ujian pasti akan kita alami. Namun berbagai proses ujian yang telah kita lewati, tetap ada saja sebagian diantara kita atau mungkin diri kita yang merasa kalau mau ada ujian tetap menjadi beban, lantas kemudian menjadi stres. Motifnya beragam, takut gagal, tidak lulus atau terobsesi mendapatkan nilai yang sempurna. Kalau merasa stres dan ujung-ujungnya performa turun atau blank saat ujian, nah ini yang harus dihindari.

Dari pengalaman pribadi pas mengahadapi UN kemarin (Alhamdulillah hasilnya sesuai harapanku), ini aku share tips strategi menghadapi stres saat ujian yang berguna menurutku:

1. Kenali stres yang kamu alami, dan pikirkan apa sumbernya

2. Pahami kalau kamu ga sendiri yang mengahadapi situasi itu

3. Rencanakan dengan baik aktivitas  kamu, seperti  belajar, bermain, ngerjain tugas  kelompok, tugas di rumah dan sebagainya

4. Ikutlah membangun  suasana yang menyenangkan

Selain itu, lakukanlah aktivitas ini:

1. Lakukan beberapa kali break untuk beberapa menit selama kamu belajar. Santai dan rilex. Ambil nafas dalam-dalam

2. Berolahraga teratur merupakan hal yang sangat penting dalam memerangi stress

3. Tetap melakukan  hobi kamu, yang  kamu  senangi.  Tapi ingat, jangan berlebihan dan tetap jaga kesehatan


Semoga bermanfaat