Kamis, 01 Desember 2016

Judul                         : Desain Komunikasi Visual
Bab                            : Tugas 3
Nama                         : Chyntia Dwinovita
NPM                          : 52414396
Kelas                          : 3IA22
Mata Kuliah              : Desain Pemodelan Grafik #
Nama Dosen              : Syefani Rahma Deski

Desain Komunikasi Visual
1.      Pengertian Desain Komunikasi Visual
Jika kita memulai mendefinisikan  Desain Komunikasi Visual  ditinjau dari asal kata (etimologi) istilah ini terdiri dari tiga kata, desain diambil dari kata “designo” (Itali) yang artinya gambar. Sedang dalam bahasa Inggris desain diambil dari bahasa Latin designare) yang artinya merencanakan atau merancang. Dalam dunia seni rupa istilah desain dipadukan dengan reka bentuk, reka rupa, rancangan atau sketsa ide. Kemudian kata komunikasi artinya menyampaikan suatu pesan dari komunikator (penyampaian pesan) kepada komunikasi (penerima pesan) melalui suatu media dengan maksud tertentu.
Komunikasi sendiri berasal dari bahasa Inggris communication yang diambil dari bahasa Latin “communis” yang berarti “sama” (Bahasa Inggris: common). Kemudian komunikasi kemudian dianggap sebagai proses menciptakan suatau kesamaan (commonness) atau suatau kesatuan pemikiran antara pengirim (komunikator) dan penerima (komunikan).
Sementara kata visual bermakna segala sesuatu yang dapat dilihat dan direspon ileh indera penglihatan kita, yaitu mata. Berasal dari kata Latin “videre” yang artinya melihat kemudian dimasukkan ke dalam Bahasa Inggris visual.
Jadi, pengertian Desain Komunikasi Visual adalah ilmu yang mengembangkan bentuk bahasa komunikasi visual berupa pengolahan pesan-pesan untuk tujuan sosial atau komersial, dari individu atau kelompok yang ditujukan kepada individu atau kelompok lainnya. Pesan dapat berupa informasi produk, jasa atau gagasan yang disampaikan kepada target audience, dalam upaya peningkatan usaha penjualan, peningkatan citra dan publikasi program pemerintah.

2.      Sejarah Desain Komunikasi Visual
Sejak jaman pra-sejarah manusia telah mengenal dan mempraktekkan komunikasi visual. Bentuk komunikasi visual pada jaman ini antara lain adalah piktogram yang digunakan untuk menceritakan kejadian sehari-hari pada Jaman Gua (Cave Age), bentuk lain adalah hieroglyphics yang digunakan oleh bangsa Mesir. Kemudian seiring dengan kemajuan jaman dan keahlian manusia, bentuk-bentuk ini beralih ke tulisan, contohnya prasasti, buku, dan lain-lain. Dengan perkembangan kreatifitas manusia, bentuk tulisan ini berkembang lagi menjadi bentuk-bentuk yang lebih menarik dan komunikatif, contohnya seni panggung dan drama; seperti sendratari Ramayana, seni pewayangan yang masih menjadi alat komunikasi yang sangat efektif hingga sekarang.
          Sebagai suatu profesi, Desain Komunikasi Visual baru berkembang sekitar tahun 1950-an. Sebelum itu, jika seseorang hendak menyampaikan atau mempromosikan sesuatu secara visual, maka ia harus menggunakan jasa dari bermacam-macam “seniman spesialis”.Spesialis - spesialis ini antara lain adalah visualizers (seniman visualisasi), typographers (penata huruf), yang merencanakan dan mengerjakan teks secara detil dan memberi instruksi kepada percetakan, illustrators, yang memproduksi diagram dan sketsa dan lain-lain.
          Dalam perkembangannya, Desain Komunikasi Visual telah melengkapi pekerjaan dari agen periklanan dan tidak hanya mencakup periklanan, tetapi juga desain majalah dan surat kabar yang menampilkan iklan tersebut. Desainer komunikasi visual telah menjadi bagian dari kelompok dalam industri komunikasi sampai dunia periklanan, penerbitan majalah dan surat kabar, pemasaran dan hubungan masyarakat (public relations).
Desain Komunikasi Visual baru populer di Indonesia pada tahun 1980-an yang dikenalkan oleh desainer grafis asal Belanda bernama Gert Dumbar. Karena menurutnya desain grafis tidak hanya mengurusi cetak-mencetak saja. Namun juga mengurusi moving imageaudio visualdisplay dan pameran. Sehingga istilah desain grafis tidaklah cukup menampung perkembangan yang kian luas. Maka dimunculkan istilah desain komunikasi visual seperti yang kita kenal sekarang ini.

3.      Perbedaan Desain Komunikasi Visual dan Seni Murni
Desain Komunikasi Visual :
a.       Menghadapi lebih dari satu pengamat.
b.      Bertujuan untuk memuaskan seseorang atau sekelompok orang.
c.   Dapat memahami dan menginterpretasikan permintaan seseorang atau sekelompok orang ke dalam suatu karya desain.
d.    Menggerakkan sekelompok orang untuk menghadiri suatu acara mengikuti petunjukan, memahami peta suatu lokasi atau membeli suatu produk.
e.     Informasinya bersifat universal (dapat dimengerti semua orang).

Contoh Desain Komunikasi Visual
1.      Ilustrasi
Ilustrasi adalah suatu bidang dari seni yang berspesialisasi dalam penggunaan gambar yang tidak dihasilkan dari kamera atau fotografi (nonphotographic image) untuk visualisasi. Dengan kata lain, ilustrasi yang dimaksudkan di sini adalah gambar yang dihasilkan secara manual.

2.      Simbol
Simbol sangat efektif digunakan sebagai sarana informasi untuk menjembatani perbedaan bahasa yang digunakan, contohnya sebagai komponen dari signing systems sebuah pusat perbelanjaan. Untuk menginformasikan letak toilet, telepon umum, restoran, pintu masuk dan keluar, dan lain-lain digunakan simbol.

3.      Fotografi
Fotografi sering dipakai selain karena permintaan klien, juga karena lebih “representatif”. Contohnya jika sebuah majalah yang memuat tentang wawancara dengan seorang bintang sinetron yang sedang naik daun, maka akan digunakan foto dari bintang itu untuk menunjang desain di samping isi berita itu sendiri. Contoh lain, untuk menggambarkan sebuah tempat berlibur dalam sebuah brosur biro perjalanan, jika menggunakan ilustrasi hasilnya tidak akan semenarik dibandingkan dengan foto.


 Seni Murni : 
      a.    Pengamatnya hanya satu, yaitu seniman itu sendiri.
     b.   Ekspresi emosi dan perasaan dari seniman itu sendiri yang bertujuan untuk memuaskan diri seniman tersebut.
c.    Informasinya bersifat emosional, yang berarti tidak harus dapat diartikan dan dibaca oleh orang lain.

      Contoh Seni Murni
1.      Lukisan
Lukisan adalah sebuah karya seni rupa dua dimensi yang dibuat dengan media lukis, seperti kanvas, kertas dan lain sebagainya, yang dibuat dengan menggunakan beberapa macam alat lukis seperti pensil, cat air, cat akrilik, kuas dan lain sebagainya. Hasil karya seni rupa murni ini termasuk salah satu hasil karya seni rupa yang memiliki nilai jual tinggi karena nilai estetika yang dikandungnya.

2.      Patung
Patung merupakan hasil karya seni rupa murni yang berbentuk tiga dimensi dan dibuat dengan menggunakan teknik tertentu yang biasanya tergantungan dengan media dan juga alat yang digunakan. Patung itu sendiri biasanya terbuat dari bahan-bahan seperti kayu, logam, batu alam dan lain sebagainya.

3.      Ukiran
Ukiran atau yang disebut juga dangan seni memahat batu ataupun kayu menjadi sebuah bentuk karya seni yang indah. Seni ukir biasanya berbentuk hewan dan tumbuhan. Pada zaman dahulu, seni ukir lebih cenderung masuk ke dalam seni terapan.

4.   Elemen – elemen Desain Komunikasi Visual
          1.      Ilustrasi
Ilustrasi adalah suatu bidang dari seni yang berspesialisasi dalam penggunaan gambar yang tidak dihasilkan dari kamera atau fotografi(nonphotographic image) untuk visualisasi. Dengan kata lain, ilustrasi yang dimaksudkan di sini adalah gambar yang dihasilkan secara manual.
Pada akhir tahun 1970-an, ilustrasi menjadi tren dalam Desain Komunikasi Visual. Banyak orang yang akhirnya menyadari bahwa ilustrasi dapat juga menjadi elemen yang sangat kreatif dan fleksibel, dalam arti ilustrasi dapat menjelaskan beberapa subjek yang tidak dapat dilakukan dengan fotografi, contohnya untuk menjelaskan informasi detil seperti cara kerja fotosintesis.
Seorang ilustrator seringkali mengalami kesulitan dalam usahanya untuk mengkomunikasikan suatu pesan menggunakan ilustrasi, tetapi jika ia berhasil, maka dampak yang ditimbulkan umumnya sangat besar. Karena itu suatu ilustrasi harus dapat menimbulkan respon atau emosi yang diharapkan dari pengamat yang dituju. Ilustrasi umumnya lebih membawa emosi dan dapat bercerita banyak dibandingkan dengan fotografi, hal ini dikarenakan sifat ilustrasi yang lebih hidup, sedangkan sifat fotografi hanya berusaha untuk “merekam” momen sesaat.

2.     Simbolisme
Simbol telah ada sejak adanya manusia, lebih dari 30.000 tahun yang lalu, saat manusia prasejarah membuat tanda-tanda pada batu dan gambar-gambar pada dinding gua di Altamira, Spanyol. Manusia pada jaman ini menggunakan simbol untuk mencatat apa yang mereka lihat dan kejadian yang mereka alami sehari-hari.
Simbol sangat efektif digunakan sebagai sarana informasi untuk menjembatani perbedaan bahasa yang digunakan, contohnya sebagai komponen dari signing systems sebuah pusat perbelanjaan. Untuk menginformasikan letak toilet, telepon umum, restoran, pintu masuk dan keluar, dan lain-lain digunakan simbol.
Bentuk yang lebih kompleks dari simbol adalah logo. Dan logo itu sendiri adalah identifikasi dari sebuah perusahaan, karena itu suatu logo mempunyai banyak persyaratan dan harus dapat mencerminkan perusahaan itu. Seorang desainer harus mengerti tentang perusahaan itu, tujuan dan objektifnya, jenis perusahaan dan image yang hendak ditampilkan dari perusahaan itu. Selain itu logo harus bersifat unik, mudah diingat dan dimengerti oleh pengamat yang dituju.

3.     Fotografi
Ada dua bidang utama di mana seorang desainer banyak menggunakan elemen fotografi, yaitu penerbitan (publishing) dan periklanan (advertising). Beberapa tugas dan kemampuan yang diperlukan dalam kedua bidang ini hampir sama. Menurut Margaret Donegan dari majalah GQ, dalam penerbitan (dalam hal ini majalah) lebih diutamakan kemampuan untuk bercerita dengan baik dan kontak dengan pembaca; sedangkan dalam periklanan (juga dalam majalah) lebih diutamakan kemampuan untuk menjual produk yang diiklankan tersebut.
Kriteria seorang fotografer yang dibutuhkan oleh sebuah penerbitan juga berbeda dengan periklanan. Dalam penerbitan, fotografer yang dibutuhkan adalah mereka yang benar-benar kreatif dalam “bercerita”, karena foto-foto yang mereka ambil haruslah dapat “bercerita” dan menunjang berita yang diterbitkan. Sedangkan dalam periklanan, fotografer yang dibutuhkan adalah mereka yang kreatif dan jeli, serta mempunyai keahlian untuk bervisualisasi. Contohnya, jika sebuah penerbit hendak menerbitkan berita tentang perampokan, maka fotografer harus berusaha untuk mengambil foto-foto yang dapat menunjang berita tersebut, misalnya suasana di sekitar tempat kejadian, korban, saksi mata dan lain-lain. Jika sebuah perusahaan periklanan hendak mempromosikan suatu parfum wanita yang berkesan anggun dan lembut, maka fotografer harus dapat mengambil foto-foto yang menonjolkan keanggunan dan kelembutan dari parfum tersebut, misalnya dengan latar  belakang kain sutra dengan warna-warna pastel yang berkesan lembut.
 Fotografi sering dipakai selain karena permintaan klien, juga karena lebih “representatif”. Contohnya jika sebuah majalah yang memuat tentang wawancara dengan seorang bintang sinetron yang sedang naik daun, maka akan digunakan foto dari bintang itu untuk menunjang desain di samping isi berita itu sendiri. Contoh lain, untuk menggambarkan.

4.     Tipografi
Tipografi adalah seni menyusun huruf-huruf sehingga dapat dibaca tetapi masih mempunyai nilai desain. Tipografi digunakan sebagai metode untuk menerjemahkan kata-kata (lisan) ke dalam bentuk tulisan (visual). Fungsi bahasa visual ini adalah untuk mengkomunikasikan ide, cerita dan informasi melalui segala bentuk media, mulai dari labelpakaian, tanda-tanda lalu lintas, poster, buku, surat kabar dan majalah. Karena itu pekerjaan seorang tipografer (penata huruf) tidak dapat lepas dari semua aspek kehidupan sehari-hari.
   Menurut Nicholas Thirkell, seorang tipographer terkenal, pekerjaan dalam tipografi dapat dibagi dalam dua bidang, tipografer dan desainer huruf (type designer). Seorang tipografer berusaha untuk mengkomunikasikan ide dan emosi dengan menggunakan bentuk huruf yang telah ada, contohnya penggunaan bentuk Script untuk mengesankan keanggunan, keluwesan, feminitas, dan lain-lain. Karena itu seorang tipografer harus mengerti bagaimana orang berpikir dan bereaksi terhadap suatu image yang diungkapkan oleh huruf-huruf. Pekerjaan seorang tipografer memerlukan sensitivitas dan kemampuan untuk memperhatikan detil. Sedangkan seorang desainer huruf lebih memfokuskan untuk mendesain bentuk huruf yang baru.
         Saat ini, banyak diantara kita yang telah terbiasa untuk melakukan visualisasi serta membaca dan mengartikan suatu gambar atau image. Disinilah salah satu tugas seorang tipografer untuk mengetahui dan memahami jenis huruf tertentu yang dapat memperoleh reaksi dan emosi yang diharapkan dari pengamat yang dituju. contoh dari penggunaan typografi yang benar sudah saya jelaskan sebelumnya.

5.     Layout
       Layout menjadi elemen yang terakhir dan sangat penting, dimana kita dituntut untuk bisa mengolah ruang kosong pada suatu bidang untuk dijadikan media desain yang mudah dibaca dan agar tidak membuat si pembaca menjadi cepat lelah ketika membaca/ melihat desain yang kita buat  dikarenakan tata letak yang tidak bagus (tidak nyaman dipandang) . Hal yang mempengaruhi agar menjadi desain yang baik dan benar (layout) ada beberapa faktor yaitu :
1.     Keseimbangan
2.     Kesatuan
3.     Irama
4.     Tekanan
Sumber :
http://carajuki.com/pengertian-dan-contoh-seni-rupa-murni/

Senin, 07 November 2016

Judul                  : Perkembangan Desain Grafis
Bab                     : Penulisan 2
Nama                  : Chyntia Dwinovita
NPM                   : 52414396
Kelas                   : 3IA22
Mata Kuliah       : Desain Pemodelan Grafik #
Nama Dosen       : Syefani Rahma Deski

Perkembangan Desain Grafis Yang Sering Digunakan
1.      Adobe InDesign


Adobe InDesign adalah perangkat lunak desktop publishing (DTP) yang diproduksi oleh Adobe Systems yang dapat digunakan untuk membuat poster, brosur, bahkan majalah atau buku. Desainer dan artis merupakan salah satu pengguna utama program ini. InDesign merupakan kompetitor langsung QuarkXPress. Adobe InDesign merupakan salah satu software adobe yang dikhusukan bagi desainer yang ingin berkreasi dalam membuat layout. Didalam InDesign banyak terdapat tool – tool yang memudahkan kita dalam membuat layout, baik itu koran, majalah, newsletter, maupun yang lainnya. InDesign merupakan software khusus bagian dari adobe yang memiliki fitur lengkap yang mengambil bagian dalam desktop publishing dan pengembangan dari adobe page maker yang pernah menjadi trend pecinta desain layout.

2.      Adobe Page Maker


Adobe PageMaker merupakan program aplikasi yang tujuan utamanya untuk mengatur tata letak (layout) materi publikasi, baik cetak maupun non cetak, seperti: majalah, buku bulletin, koran, dan sebagainya. Objek yang ditata, bisa berupa: teks, gambar,Adobe PageMaker merupakan program aplikasi yang tujuan utamanya untuk mengatur tata letak (layout) materi publikasi, baik cetak maupun non cetak. Misalnya majalah, buku, bulletin, koran, dan sebagainya. Objek yang diatur, bisa berupa teks, gambar, dan foto yang sudah diolah oleh aplikasi lain. Fasilitas pengolahan gambar dan foto pada PageMaker sangatlah minim. Aplikasi PageMaker ini masih ada hubungannya dengan program aplikasi desain grafis yang lain. bisa mengedit teks dengan story editor. Bisa juga dengan mendouble klik, mengimpor dalam bentuk file PDF. Adobe PageMaker masih ada keterbatasan,salah satunya tidak ada fasilitas untuk membuat tabel. Tapi kita bisa memanfaatkan program aplikasi Adobe Tabel 3.0 yang biasanya disertakan ketika kita menginstall program aplikasi Adobe Pagemaker. Table merupakan program eksternal yang terpisah dari program aplikasi Adobe PageMaker, Anda harus melatih keterampilan Anda dalam melay out menggunakan Pagemaker atau foto yang udah diolah aplikasi lain. Pasalnya, pengolahan gambar dan foto pada PageMaker sangatlah minim.

3.      Adobe Photoshop


Adobe Photoshop adalah program aplikasi desain yang berguna untuk mendesain gambar, mengedit image grafis, dan mengolah foto digital. Versi terbaru program ini adalah Adobe Photoshop CS6 (Creative Suite 6) Beta, yang dirilis pada tanggal 21 Maret 2012. Software Adobe Photoshop dibuat dan dikembangkan oleh Adobe Systems Incorporated, sebuah vendor / perusahaan terkemuka di bidang pengembangan perangkat lunak grafis dan multimedia. Perangkat lunak komputer ini memiliki kelebihan pada kelengkapan fitur desain grafis dan olah fotonya. Toolbox yang tersedia dapat dipahami dan digunakan secara mudah dan cepat oleh pengguna yang masih belum berpengalaman sekalipun. Penggunaan Layer untuk memisahkan antar komponen gambar dan teks juga sangat membantu desainer dalam menyusun dan mengolah desainnya. Untuk mempercantik gambar atau foto, Adobe Photoshop juga menyediakan fitur Filter yang bisa dipakai secara instan. Untuk pengguna tingkat lanjut, fitur seperti Styles dan Blending Options memberikan keleluasaan bagi desainer untuk berkreasi secara maksimal sesuai kreativitasnya. Program Adobe Photoshop banyak diaplikasikan dan digunakan oleh kalangan pengguna komputer di bidang desain grafis dan pengembang web. Adobe Photoshop merupakan software komersial dengan harga lisensi $699 USD (versi stabil CS 5.5). Adobe Photoshop dapat dijalankan di sistem operasi Windows (Windows XP SP3, Windows Vista, Windows 7 SP1) dan Mac OS (X). Untuk menginstall versi terbaru program ini, komputer Windows Anda harus memiliki spesifikasi minimal menggunakan prosesor Intel Pentium 4 atau AMD Athlon 64, memori (RAM) 1 GB, resolusi monitor 1024x768 piksel, dan harddisk dengan kapasitas kosong minimal 1 GB.

4.      Adobe Frame Maker


Adobe Frame Maker adalah prosesor dokumen untuk produksi dan manipulasi dokumen terstruktur besar. Hal ini dihasilkan oleh Adobe Systems, meskipun Frame Maker telah berkembang perlahan-lahan dalam beberapa tahun terakhir, ia mempertahankan berikut di antara penulis teknis profesional yang kuat. Frame Maker memiliki lebih atau kurang terus dengan waktu dalam mendukung standar baru seperti XML dan WebDAV, tetapi pada hati itu adalah sistem single-berorientasi desktop eksklusif berdasarkan format file biner. Sementara masalah yang ada dalam implementasi XML FrameMaker, aplikasi mendukung authoring dalam alur kerja berbasis XML. Frame Maker menjadi produk Adobe pada tahun 1995 ketika Adobe membeli Bingkai Technology Corp Adobe menambahkan dukungan SGML, yang akhirnya berubah menjadi dukungan XML hari ini. Pada bulan April 2004, Adobe FrameMaker berhenti dukungan untuk Macintosh.

5.      CorelDraw


CorelDraw adalah sebuah software komputer yang melakukan pengolahan dan editing pada garis vektor. Program ini dibuat oleh Corel, sebuah perusahaan software yang berkantor pusat di Ottawa, Kanada. Corel draw memiliki fungsi untuk mengolah dan mengedit gambar, oleh karena itu banyak orang yang menggunakan untuk menunjang pekerjaan dalam bidang publikasi, percetakan ataupun pekerjaan di bidang lain yang membutuhkan proses visualisasi.
Sofware Corel Draw memiliki beberapa fungsi sebagai berikut :
1.      Menciptakan desain logo atau simbol, yang mana ini adalah kegunaan Corel Draw yang paling banyak dimanfaatkan oleh penggunanya, terutama pembuatan logo dua dimensi karena kemudahannya dalam mengolah garis dan warna walaupun software ini juga dapat digunakan untuk menghasilkan gambar 3D.
2.      Membuat desain undangan, brosur dan lain-lain juga menjadi suatu kegunaan dari program Corel Draw. Media publikasi offline lainnya juga menggunakan Corel Draw sebagai alat untuk mendesain. Namun ingat Anda harus menginstall font-font yang Anda perlukan untuk menunjang kinerja anda di Corel Draw, sehingga dapat memudahkan Anda dalam mendesain untuk mengeksplorasi imajinasi desain dan tulisan yang akan dibuat.
3.      Membuat cover buku juga dapat dilakukan di Corel Draw. Dengan Corel Draw maka tugas desain akan menjadi mudah karena dapat memanfaatkan desain sampul dan teknik pewarnaan yang lebih sempurna oleh Corel Draw. Detail gambar pun akan terlihat lebih jelas dan tajam.
4.      Pembuatan gambar ilustrasi juga dapat dilakukan dengan Corel Draw. Gambar yang dihasilkan lebih berkualitas, terutama ketika berhubungan dengan lengkungan, garis atau sudut. Ukuran yang diperoleh dijamin sangat akurat.


Sabtu, 22 Oktober 2016

Pengaruh Terhadap Perkembangan Desain Pemodelan Grafis

Bab                : Tugas 2
Nama             : Chyntia Dwinovita
NPM              : 52414396
Kelas              : 3IA22
Mata Kuliah  : Desain Pemodelan Grafik #
Nama Dosen  : Syefani Rahma Deski

Perkembangan Desain Grafis di Berbagai Media
Sejarah awal dari perkembangan desain grafis terjadi pada pelacakan perjalanan sejarah yang dapat ditelusuri dari jejak peninggalan manusia dalam bentuk lambang-lambang grafis (sign & simbol) yang berwujud gambar (pictograf) atau tulisan (ideograf). Gambar mendahului tulisan karena gambar dianggap lebih bersifat langsung dan ekspresif, dengan dasar acuan alam (flora, fauna,landscape dan lain-lain). Tulisan/ aksara merupakan hasil konversi gambar, bentuk dan tata aturan komunikasinya lebih kompleks dibandingkan gambar. Belum ada yang tahu pasti sejak kapan manusia memulai menggunakan gambar sebagai media komunikasi. Manusia primitif sudah menggunakan coretan gambar di dinding gua untuk kegiatan berburu binatang. Contohnya seperti yang ditemukan di dinding gua Lascaux, Perancis.
Di zaman era cetak desain grafis berkembang pesat seiring dengan perkembangan sejarah peradaban manusia saat ditemukan tulisan dan mesin cetak. Pada tahun 1447, Johannes Gutenberg (1398-1468) menemukan teknologi mesin cetak yang bisa digerakkan dengan model tekanan menyerupai disain yang digunakan di Rhineland, Jerman, untuk menghasilkan anggur. Ini adalah suatu pengembangan revolusioner yang memungkinkan produksi buku secara massal dengan biaya rendah, yang menjadi bagian dari ledakan informasi pada masa kebangkitan kembali Eropa. Tahun 1450 Guterberg bekerjasama dengan pedagang dan pemodal Johannes Fust, dibantu oleh Peter Schoffer ia mencetak “Latin Bible” atau disebut “Guterberg Bible”, “Mararin Bible” atau “42 line Bible” yang diselesaikanya pada tahun 1456. Temuan Gutenberg tersebut telah mendukung perkembangan seni ilustrasi di Jerman terutama untuk hiasan buku. Pada masa itu juga berkembang corak huruf (tipografi). Ilustrasi pada masa itu cenderung realis dan tidak banyak icon. Seniman besarnya antara lain Lucas Cranach dengan karyanya “Where of Babilon”.
Pada perkembangan berikutnya, Aloys Senefelder (1771-1834) menemukan teknik cetak Lithografi. Berbeda dengan mesin cetak Guterberg yang memanfaatkan teknik cetak tinggi, teknik cetak lithografi menggunakan teknik cetak datar yang memanfaatkan prinsip saling tolak antara air dengan minyak. Nama lithografi tersebut dari master cetak yang menggunakan media batu litho. Teknik ini memungkinkan untuk melakukan penggambaran secara lebih leluasa dalam bentuk blok-blok serta ukuran besar, juga memungkinkan dilakukannya pemisahan warna. Sehingga masa ini mendukung pesatnya perkembangan seni poster. Masa keemasan ini disebu-sebut sebagai “The Golden Age of The Poster”.
Tokoh-tokoh seni poster tehnik lithogafi (1836-1893) antara lain Jules Cheret dengan karya besarnya “Eldorado: Penari Riang” (1898), “La Loie Fuller: Penari Fuller” (1897), “Quinquina Dubonnet” (1896), “Enu des Sirenes” (1899). Tokoh-tokoh lainya antara lain Henri de Toulouse Lautrec dan Eugene Grasset.
Desain grafis mengalami perkembangan pesat setelah ditemukannya tulisan dan mesin cetak. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama telah membawa peradaban baru dalam sejarah peradaban Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet latin yang dibawa dari Yunani.

Pengaruh Kebudayaan dan Teknologi dalam Membuat Desain Pemodelan Grafis
1.      Kebudayaan
Desainer menggunakan berbagai cara untuk menyampaikan artinya, dan sering kali memanfaatkan norma-norma budaya bersama, nilai-nilai, sejarah dan bahasa. Penggunaan simbol atau tokoh heroik dari masa lalu untuk mendukung atau mewakili sudut pandang atau kualitas tertentu. Selain itu, kebudayaan yang digunakan dalam desain pemodelan grafis secara tidak sengaja telah memberitahukan jati diri desainernya. Faktor budaya memberikan pengaruh luas dan dalam pada Desain pemodelan Grafis, misalnya pengiklan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, sub budaya dan kelas sosial pembeli agar dapat memuaskan keinginan dan perilaku konsumen.
2.      Teknologi
Desain grafis, seperti disiplin ilmu lainnya, terkait dengan teknologi di berbagai tingkatan. Teknologi mempengaruhi bagaimana desain yang diproduksi dan juga mempengaruhi perkembangan dalam gaya, seni dan masyarakat secara keseluruhan, yang pada gilirannya tercermin dalam bentuk desain. Teknologi juga menawarkan desainer berbagai media untuk proyek-proyek mereka. Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.

Desain Pemodelan Grafis dari Segi Interaksi Manusia dan Komputer
Kemampuan estetika dari desain grafis dan tipografi adalah peningkatan yang penting terhadap desain sistem manusia - komputer sebagai pengguna antarmuka menjadi lebih fleksibel dan powerfull. Bagaimanapun, hal ini belum dapat diklaim untuk menjadi media baru yang tekstual dan penampilan grafik yang diunggulkan. Jelasnya, tidak ada individu dapat diharapkan mempunyai pelatihan formal disemua bidang tersebut, walaupun permintaan cukup tinggi untuk orang dengan latar belakang multidisipliner, juga gabungan kemampuan sistem dan komputer dengan beberapa keahlian ilmu manusia. Suatu alternatif yang lebih realistis adalah untuk menuju ke suatu kesadaran akan tingkat pemahaman menyeluruh dari subyek bidang-bidang yang relevan. Mungkin dikombinasikan dengan ilmu yang khusus dalam satu bidang atau lebih. Tingkat kesadaran dari ilmu pengetahuan adalah esensi khusus untuk insinyur dan ilmuwan komputer, yang secara mendasar diharapkan mendesain antarmuka pengguna-sistem sebagai bagian dari sistem proses desain secara menyeluruh.
Interaksi komputer dengan manusia atau dengan bahasa inggris dikenal dengan "Human-computer interaction / HCI" merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antara computer dengan manusia yang meliputi perancangan, evaluasi dan juga implementasi antarmuka dengan pengguna computer agar mudah digunakan manusia. Tujuan dari interaksi ini adalah agar memudahkan manusia dalam melakukan pengoperasian terhadap komputer dan memperolah beberapa umpan balik yang mereka perlukan selama mereka bekerja menggunakan komputer dan juga mengharapkan agar sistem komputer yang dirancangnya dapat bersifat akrab dan ramah dengan penggunanya (user friendly). Kita membutuhkan interaksi tersebut agar kita bisa lebih cepat untuk menyelesaikan suatu pekerjaan serta membuat waktu dalam prosesnya menjadi lebih cepat dan juga itu akan mempengaruhi biaya yang akan dikeluarkan.
Interaksi bisa dikatakan dialog antara user dengan komputer. Model atau jenis interaksi, antara lain :
1.      Command Line Interface (Perintah baris tunggal)
Contoh : Unix, Linux, DOS
2.      Menu (Menu datar dan Menu tarik)
Contoh : Hampir semua software menggunakan menu
3.      Natural Language (Bahasa Alami)
Contoh : Bahasa pemrograman terstruktur (belum objek)
4.      Question/Answer and Query Dialogue
Contoh : MySQL, DBase Interaktif, dll
5.      Form-Fills and Spreadsheets
Contoh : Excel, Lotus, Dll
6.      WIMP
Di dalamnya terdapat dua jenis yaitu :
1.  Windows Icon Menu Pointer
2.  Windows Icon Mouse Pulldown Menu
Contoh : Yang termasuk komponen WIMP : button, dialogue boxes, pallettes, dll

Sumber :
http://vianuza.blogspot.co.id/2015/11/desain-pemodelan-grafik-2.html

Sabtu, 08 Oktober 2016

Judul/Bab           : Desain Pemodelan Grafik/ Tulisan 1
Nama                   : Chyntia Dwinovita
NPM                    : 52414396
Kelas                    : 3IA22
Mata Kuliah        : Desain Pemodelan Grafik #
Nama Dosen        : Syefani Rahma Deski

Aplikasi Desain Grafik
Pertama – tama saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu CorelDRAW sebelum masuk ke penjelasan project yang akan saya buat menggunakan aplikasi ini. CorelDRAW adalah sebuah program aplikasi komputer yang dirancang khusus untuk keperluan desain terutama untuk editor grafik vektor. Dikembangkan oleh peusahaan perangkat lunak yang bernama Corel yang bermakas di Ottawa, Kanada. CorelDRAW diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pengolahan gambar, aplikasi ini banyak digunakan pada pekejaan dibidang percetakan ataupun publikasi dan perkerjaan lain yang terkait dalam dunia visualisasi.Didalam CorelDRAW terdapat kelebihan dan kekurangan dalam pembuatan desain berikut penjelasannya.

Kelebihan Aplikasi CorelDRAW
a.       Gambar yang dihasilkannya dengan vektor atau berbasis sektor dapat ditekan pada tingkatan yang paling rendah tetapi hasilnya pun tidak kalah juga dengan gambar yang berbasis bitmap ataupun raster. 
b.       Penggunaan didalam CorelDraw, terutama di tool-tool yang berada didalamnya sangat mudah sekali dan mudah dipahami oleh para penggunana (user). 
c.       Pada CorelDraw sangat baik jika menggabungkan antara tulisan dengan gambar, seperti halnya Adobe Photoshop.
d.      Kemudian ada banyak juga para pengguna CorelDraw yang membuat sebuah komunitas dengan jumah anggota yang sangat banyak, dan hal ini sangat bermanfaat sekali untuk kita dalam mempelajari CorelDraw lebih dalam lagi, karena kita bisa mendapatkan banyak tutorial, tips dan trik dari orang yang lebih mahir.

Kekurangan Aplikasi CorelDRAW
a.       Banyak memakan memori dan juga resource lainnya yang sangat besar, dan juga jika gambar yang kita buat mempunyai detail yang sangat banyak. Dan pada pc yang low end penggunaan CDR sering terjadi crash pada system.
b.      Pada CorelDraw besar file yang kita buat bisa memakan memori yang lebih.
c.       Terkadang warna yang ingin kita cetak tidak tepat (tidak sesuai dengan tampilan dari layarnya) dan itu biasanya terjadi pada beberapa jenis printer.
d.      Pada pembuatan sebuah objek yang berupa table ternyata tidak semudah membuat table seperti pada Microsoft Word. Yaitu pada CorelDraw kita harus membuatnya dengan cara sangat manual.
e.       Pada CorelDraw jika ada penggabungan antara objek vector dan photo atau bitmap kualitas cetakannya tidak terlalu bagus (kurang memuaskan), contohnya saja pada saat membuat cover buku yang terdapat pada objek text dan photo.
f.       Dan pada kompatibilitas versi CorelDraw banyak sekali kendala dalam sharing ke versi lainnya.

Kegunaan Aplikasi CorelDRAW

1.      CorelDRAW banyak digunakan untuk membuat desain logo atau simbol, terutama logo dua dimensi, karena aplikasi ini memiliki  kemudahan dalam mengolah garis dan warna.
2.      Dapat digunakan sebagai alat untuk mendesain kebutuhan publikasi offline atau periklanan seperti membuat desain brosur, undangan, leaflet, dan lain-lain.
3.      Aplikasi ini dapat membaca semua jenis font, sehingga akan mempermudah kalian untuk lebih mengeksplorasi desain dan tulisan kalian.
4.      Dalam pembuatan buku CorelDRAW juga sering digunakan untuk mendesain sampul atau cover buku itu sendiri.
5.      Membuat gambar ilustrasi juga bisa dilakukan dengan aplikasi ini, terutama gambar dengan dominan lengkungan, garis, dan sudut, karena CorelDRAW memiliki tingkat ukuran akurasi yang tinggi.

Saya akan  menggunakan CorelDRAW versi 12 untuk membuat logo Carefour, saya membuat logo tersebut saat masih duduk dibangku sekolah. Project pertama kali dibuat adalah logo dari gambar Carefour. Pertama saya akan menjelaskan aplikasi dari CorelDRAW. Bagaimana cara membuat logo dan mengenal jenis – jenis tools pada CorelDRAW.

Langkah awal buatlah dua buah lingkaran dengan menggunakan Ellips Tool dengan ukuran besar dan ukuran kecil, setelah itu Trims gambar tersebut dengan cara menghidupkan lingkaran yang kecil kemudian klik tombol Shift pada keyboard dan secara bersamaan akan menghidupkan lingkaran besar, kemudian klik perintah Trims yang berada dalam menu Shapping dan gambar akan menghasilkan seperti dibawah ini.


Setelah itu membuat balok dengan ukuran yang lebih kecil dari lingkaran yang sebelumnya sudah dibuat, lalu letakkan lingkaran tersebut ke arah kanan dan gambar akan seperti di bawah ini.


Kemudian kita akan menggunakan perintah Trims pada menu Shapping untuk mengeksekusi lingkaran yang akan menjadi bentuk huruf “C”, lalu langkah selanjutnya membuat dua buah lingkaran kecil yang akan diletakkan pada sudut ujung bawah dan atas dari huruf “C” dan gambar akan menunjukkan seperti dibawah ini.


Langkah berikutnya menggabungkan ketiga objek tersebut dengan menggunakan perintah Well pada menu Shapping, lalu buatlah sebuah bangun segi empat dengan sisi sama panjang dan putarlah 45 derajat bangun segi empat tersebut kemudian letakkan segi empat hingga menutupi huruf “C” dengan sisi atas dan bawah dan gambar akan menghasilkan seperti dibawah ini.


Selanjutnya kita arahkan perintah Trims kembali untuk mengeksekusi bagian dalam bangun segi empat agar membentuk logo Carefour lalu hapuslah bangun segi empat yang menutupi huruf “C” tersebut. Setelah itu pisahkan hasil Trims bangun segi empat agar bisa kita berikan warna yang berbeda menggunakan fasilitas Break Apart atau Ctrl+K pada keyboard, lalu sisi sebelah kanan akan diberi warna biru dan yang sisi sebelah kiri akan diberi warna merah. Kemudian hapuslah dua bangun kecil sisa di sebelah atas dan bawah, langkah terakhir hilangkan garis pada kedua bangun tersebut dan gabungkanlah dengan Ctrl+G, dan gambar akan menunjukan hasil seperti dibawah ini.


Kesimpulannya kita dapat membuat logo apa saja menggunakan CorelDRAW bahkan tidak hanya logo saja kita dapat mengaplikasikan dengan membuat desain sendiri dengan cara yang begitu mudah seperti yang sudah saya praktikan dengan membuat logo Carefour diatas.